Minggu, 03 Januari 2016

Rancangan Usulan Penelitian



        Rancangan penilitian bisa diartikan suatu proses analisis dan pengumpulan data penelitian. Akan tetapi dalam arti luasnya rancangan penelitian itu meliputi proses dari perencanaan serta pelaksanaan penelitian. Sebenarnya rancangan penelitian itu adalah catatan yang menjelaskan semua prosedur dari penelitian sejak dari tujuan penelitian hingga analisis data. Pembuatan rancangan penelitian sendiri bertujuan agar penelitian bisa dijalankan dengan lancar.                
                                                   
A. Manfaat Rancangan Usulan Penelitian
Pengertian penelitian mengandung 2 manfaat penelitian, yaitu: maanfaat teoritis dan manfaat praktis.
   1. Manfaat Teoritis                
Penelitian yang bertitik tolak dari meragukan suatu teori tertentu disebut penelitian verikatif. Keraguan terhadap suatu teori, muncul jika teori yang bersangkut tidak bisa lagi menjelaskan peristiwa-peristiwa aktual yang dihadapi. Pengujian terhadap teori tersebut dilakukan melalui penelitian empiris, dan hasilnya bisa menolak atau mengukuhkan, atau merevisi teori yang bersangkutan.
   2. Manfaat Praktis      
Pada sisi lain, penelitian bermanfaat pula untuk memecahkan masalah-masalah praktis. Hampir semua lembaga yang ada di masyarakat, baik lembaga pemerintahan maupun lembaga swasta, menyadari manfaat ini dengan menempatkan penelitian dan pengembangan sebagai bagian integral dalam organisasi mereka.

B. Bentuk dan Isi Usulan Penelitian
Rancangan usulan penelitian untuk disertasi sekurang-kurangnya memuat unsur-unsur pokok sebagai berikut :   
·         Bagian Awal
a. Judul penelitian yang direncanakan akan dilakukan.
b. Identitas penyusun rancangan.
c. Tanggal pengajuan rancangan ke Program Pascasarjana.
·         Bagian Utama
a. Rasional dari judul yang dipilih.
b. Perumusan masalah, telaah pustaka dan penelitian terdahulu.
c. Tujuan dan kegunaan penelitian.
d. Kerangka pemikiran teoritis.
e. Rancangan hipotesis, jika dipakai.
f. Metode penelitian.
g. Hasil yang diharapkan dan masalah yang diantisipasi.
h. Jadwal penelitian.
·         Bagian Akhir
a. Daftar pustaka sementara.
b. Daftar riwayat hidup penyusun rancangan.

C. Isi Rancangan Usulan Penelitian
   A. Bagian Awal         
       1)      Judul

Judul rancangan usulan penelitian diketik dengan huruf kapital. Judul hendaklah cukup ekspresif menunjukkan dengan tepat masalah yang hendak diteliti. Di bawah judul ditulis kalimat :
                                                    
Rancangan Usulan Penelitian Untuk Disertasi

      2)      Identitas Penulis

Nama : hanya huruf-huruf pertama yang diketik dengan huruf Kapital.

     3)      Tanggal Pengajuan


   B. Bagian Utama
        a.       Perumusan Masalah

Dalam rancangan usulan penelitian untuk disertasi, unsur pokok perumusan masalah ini mempunyai peranan lebih penting dari unsur-unsur pokok lain.

       b.      Tujuan dan Kegunaan Penelitian 

Dalam fasal tujuan dan kegunaan penelitian ini disebutkan secara spesifik tujuan-tujuan apa yang dirancangkan akan dicapai dalam penelitian itu dan kegunaan apa yang akan diperoleh dari penelitian yang dirancangkan.

      c.       Kerangka Pemikiran Teoritis

Fasal Kerangka Pemikiran teoritis memuat garis – garis besar pemikiran teoritis, termasuk telaah pustaka yang akan menuntun penyusun dalam membangun teori yang akan disajikan dan diuji dalam rangka penyusunan disertasi.

     d.      Hipotesis

Hipotesis, jika ada, hendaklah dirumuskan dengan tepat dan jelas dalam kalimat berita (Kalimat deklaratif) tentang sikap ilmiah yang diambil terdapat masalah yang hendak diteliti.

     e.       Metode Penelitian 

Pasal metode penelitian memuat hal-hal sebagai berikut :
a. Pendekatan dan bentuk/cara yang dipakai untuk meneliti.
b. Penjelasan tentang populasi serta rancangan teknik pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian.
c. Metode pengumpulan data dan alat pengambil data yang akan digunakan.
d. Bahan – bahan yang akan dipakai, kalau ada
e. Alat – alat perlengkapan yang akan dipakai, kalau ada
f. Teknik atau model analisis yang akan dipakai.
g. Rancangan aturan – aturan untuk menerima atau menolak hipotesis.

      f.       Jadwal Penelitian

Jadwal penelitian dibuat secara cermat, dengan mempertimbangkan kelayakannya. Jadwal penelitian menunjukan hal – hal sebagai berikut :
a. Tahap – tahap penelitian yang akan dilakukan.
b. Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan masing – masing tahap, dinyatakan dalam satuan bulan.
c. Rincian kegiatan untuk tahap masing – masing.

  C. Bagian Akhir

  • Daftar Pustaka

Penulisan daftar pustaka didasarkan pada pustaka yang telah dijadikan sumber dalam penyusunan rancangan usulan ilmiah.


  • Daftar Riwayat Hidup

Yaitu ( Biodata, Curriculum vitae) Penyusunan rancanngan usulan penelitian.

Format Makalah Ilmiah



      Skripsi, paper/makalah, laporan penelitian, dan lain sebagainya, memiliki format penulisan tertentu untuk bisa disebut sebagai sebuah karya ilmiah. Uraian di bawah ini membahas format penulisan karya ilmiah berupa skripsi pada Program S-1 Pemerintahan Integratif. Namun beberapa poin penting dalam format penulisan yang dimaksud bisa dipakai sebagai acuan dalam penulisan karya ilmiah selain skripsi, seperti paper/makalah, artikel dalam jurnal ilmiah, dan lain sebagainya. 

A. Bahan dan Ukuran Kertas
Bahan dan ukuran kertas yang dipakai dalam sebuah karya ilmiah adalah sebagai berikut:
  •  Ukuran kertas: A4 (21 x 29,7 cm).
  • Jenis kertas: HVS 80 gram. 
  • Kertas doorslag berwarna (sesuai dengan warna yang telah ditentukan) dengan lambang Universitas sebagai pembatas.
B. Pengetikan
Ketentuan-ketentuan dalam pengetikan sebuah karya ilmiah dirinci sebagai berikut:
1. Menggunakan software pengolah kata dengan flatform Windows, seperti MS Word, Excel, dan lain-lain.
2. Jenis huruf yang digunakan adalah Times New Roman dengan ukuran 12 kecuali untuk :
               Halaman judul sampul/luar (hard cover) dan halaman judul dalam (soft cover), yang menggunakan huruf tegak (kecuali istilah asing) dan dicetak tebal (bold) dengan ukuran font mulai 12 sampai 16 (disesuaikan dengan panjang judul, lihat Lampiran).
3. Catatan kaki (footnotes), yang menggunakan font ukuran 10.
4. Huruf tebal (bold) digunakan untuk judul dan sub-judul (sub-bab, sub sub-bab), memberi penekanan, pembedaan, dan sejenisnya.
5. Huruf miring (italic) digunakan untuk istilah dalam bahasa asing atau bahasa daerah, memberi penekanan, pembedaan (termasuk pembedaan sub-judul yang hirarkhinya tidak setingkat), dan sejenisnya.
6. Judul sub sub-sub-bab dibuat dengan mengkombinasikan huruf miring dan huruf tebal (italic-bold atau bold-italic).
7. Judul sub sub-sub-sub-bab dan seterusnya dibuat dengan huruf miring biasa
8. Batas tepi (margin):
·         Tepi atas     : 4 cm
·         Tepi bawah : 3 cm
·         Tepi kiri      : 4 cm
·         Tepi kanan  : 3 cm
9. Sela ketukan (indensi) selebar 1 cm. Indensi Tab dipakai pada baris pertama alinea baru. Indensi gantung digunakan untuk daftar pustaka. Spasi bagian awal, bagian isi, dan bagian akhir:

Bagian – Bagian Karya Ilmiah :
1. Bagian awal dari karya ilmiah termasuk di dalamnya adalah halaman judul, halaman pengesahan, halaman pernyataan, abstrak, riwayat hidup, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar dan daftar lampiran. Spasi yang digunakan adalah:
·         Pernyataan ditulis dengan spasi tunggal.
·         Riwayat Hidup dan Kata Pengantar ditulis dengan spasi ganda.
·      Abstrak, antara 150-250 kata (dalam satu halaman) ditulis dengan menggunakan spasi tunggal.
·       Daftar Isi, Daftar Tabel, Daftar Gambar, Daftar Lampiran disusun dengan menggunakan spasi tunggal.

2. Bagian isi karya ilmiah meliputi Bab I sampai BAB V, disusun dengan menggunakan spasi ganda.
3. Bagian akhir karya ilmiah terdiri dari Daftar Pustaka, yang daftar referensinya memakai spasi tunggal dan indensi gantung (jarak antar referensi dengan spasi ganda), dan Lampiran yang ditulis dengan spasi tunggal atau disesuaikan dengan bentuk/jenis lampiran.

Judul karya ilmiah, bab, sub bab, dan lain sebagainya: 
    a)      Judul karya ilmiah dan bab, diketik dengan huruf besar/kapital, dicetak tebal, tanpa singkatan (kecuali yang berlaku umum seperti PT., CV.), posisinya di tengah halaman, dan tanpa diakhiri tanda titik. Perkecualiannya adalah judul pada halaman Persetujuan Seminar dan Pengesahan Skripsi (dengan huruf biasa, dicetak tebal).
  
    b)      Judul sub-bab diketik sejajar dengan batas tepi (margin) sebelah kiri dengan menggunakan huruf A, B, C, dan seterusnya. Huruf pertama setiap kata dimulai dengan huruf besar (Title Case) kecuali kata penghubung dan kata depan, tanpa diakhiri titik. Judul sub-bab dicetak dengan huruf tebal (bold).

c)      Judul sub sub-bab dimulai dengan angka 1, 2, 3 dan seterusnya. Huruf pertama setiap kata dimulai dengan huruf besar (Title Case) kecuali kata penghubung dan kata depan, tanpa diakhiri titik. Judul sub-bab dicetak dengan huruf tebal (bold).

Unsur-unsur Penanda yang Membangun Sebuah Makalah
        Makalah merupakan salah karya tulis yang membahas tentang suatu topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup suatu masalah secara ilmiah. Umumnya membuat makalah merupakan tugas dari guru atau dosen sebagai persyaratan penilaian untuk menyelesaikan pelajaran atau mata kuliah, baik berupa kajian pustaka maupun hasil kegiatan lapangan.
      Di dalam makalah terdapat unsur-unsur penanda yang membangun sebuah makalah, yaitu sebagai berikut:
      a)      Ragam Bahasa
adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara.
      b)      Ejaan  
adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang di standarisasikan dan mempunyai makna.
      c)      Diksi
adalah pemilihan kata yang tepat dan selaras dalam penggunaanya sehingga dapat memberikan kesan/ makna/ efek sesuai dengan harapan. Dengan menggunakan diksi yang tepat, pembaca dapat lebih mudah memahami dan peluang untuk mendapatkan tujuan lebih besar.
      d)     Kalimat
adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.) untuk menyatakan kalimat berita atau yang bersifat informatif, tanda tanya (?) untuk menyatakan pertanyaan dan tanda seru (!) untuk menyatakan kalimat perintah. Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P). Jika tidak memiliki kedua unsur tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat melainkan hanya sebuah frasa.
      e)      Alinea dan Pengembangannya
adalah kesatuan pikiran yang lebih luas daripada kalimat, berupa penggabungan beberapa kalimat yang mempunyai satu gagasan atau satu tema. Pengembangan alinea itu sendiri berkaitan dengan:
  • Posisi kalimat topik, 
  • Fungsi alinea,
  • Sifat informasi yang akan disampaikan (persuatif, argumentatif, naratif, deskriptif, atau ekspositoris).

      f)       Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah
Untuk menghasilkan sebuah karya ilmiah yang bagus, seorang penulis harus terlebih dahulu merencanakannya dengan matang dalam hal:
  • Pemilihan topik, 
  • Pembatasan topik,
  • Pemilihan judul, 
  • Menentukan tujuan penulisan,
  • Menentukan kerangka karangan, 
  • Langkah-langkah penulisan ilmiah.

     g)      Kerangka Karangan
adalah suatu suatu rencana atau rancangan yang memuat garis besar atau ide suatu kaya tulis yang disusun dengan sistematis dan terstruktur. Adapun cara membuat kerangka suatu karangan adalah sebagai berikut:
·         Merumuskan tema dan menetukan judul suatu karangan
·         Mengumpulkan bahan
·         Menseleksi bahan
·         Mengembangkan kerangka karangan
  
     h)      Kutipan dan Catatan Kaki
Kutipan adalah pinjaman pendapat dari seseorang pengarang, atau ucapan seseorang yang terkenal, baik yang terdapat dalam buku-buku maupun majalah-majalah.
Contoh: Kuesioner adalah suatu daftar yang berisi rangkaian pertanyaan tentang suatu hal (Sumardjan dan Koentjaraningrat, 1997:63).
Sedangkan Catatan kaki merupakan keterangan-keterangan atas teks karangan yang bersangkutan.
Contoh: William N. Dunn, Analisis Kebijakan Publik terj. Muhajir Darwin, (Yogyakarta: Hanindita, 2001), 20-32

     i)        Abstrak dan Daftar Pustaka
Abstrak merupakan ringkasan singkat dan jelas dari suatu karya tulis, seperti skripsi, tesis, dan disertasi yang sudah diterbitkan disertai data bibliografis yang dapat membantu pembaca dalam memahami isi dan maksud penulis serta mengarahkan pembaca untuk membaca artikel secara keseluruhan.
Daftar pustaka atau bibliografi merupakan daftar sumber – sumber referensi yang kita pakai untuk suatu karya tulis ilmiah yang biasanya berisi judul- judul buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang mempunyai  pertalian dengan sebuah karangan yang tengah digarap.

Tofik, tujuan, tesis dari makalah itu 
a.    Tofik adalah hal yang paling penting yang hendak diuraikan dan tidak sama dengan judul. Adapun hal – hal yang harus diperhatikan yaitu :
·         Harus menarik perhatian penulis
·         Diketahui dan dikuasai
·         Sempit dan terbatas
b.    Tujuan adalah sasaran yang akan dicapai penulis berdasarkan tofiknya. Dan tujuan juga digunakan untuk mempersempit masalah yang akan dibicarakan dan tujuan juga harus lebih sempit dan terbatas dari tofiknya. 
c.     Tesis adalah perumusan tofik dan tujuan dalam bentuk kalimat dengan menonjolkan tofik sebagai pokok bahasan. Tesis juga merupakan payung bagi tahapan penulisan ilmiah.