Senin, 13 Oktober 2014

Sejarah berdirinya koperasi


A. Sejarah koperasi di dunia

Gerakan koperasi di dunia, di mulai pada pertengahan abad 18 dan awal abad 19 di inggris. lembaga ini sering disebut dengan “koperasi praindustri“. dari sejarah perkembangannya, dimulai dari munculnya revolusi industri di inggris tahun 1770 yang menggantikan tenaga manusia dengan mesin-mesin industri yang berdampak pada semakin besarnya pengangguran hingga revolusi perancis tahun 1789 yang awalnya ingin menumbangkan kekuasaan raja yang feodalistik, ternyata memunculkan hegemoni baru oleh kaum kapitalis. semboyan liberte-egalite-fraternite (kebebasan-persamaan-kebersamaan) yang semasa revolusi didengung-dengungkan untuk mengobarkan semangat perjuang rakyat berubah tanpa sedikitpun memberi dampak perubahan pada kondisi ekonomi rakyat. manfaat liberte (kebebasan) hanya menjadi milik mereka yang memiliki kapital untuk mengejar keuntungan sebesar-besarnya. semangat egalite dan fraternite (persamaan dan persaudaraan) hanya menjadi milik lapisan masyarakat dengan strata sosial tinggi (pemilik modal;kapitalis).

1. perkembangan koperasi di benua eropa 
     
  a). Perkembangan koperasi di prancis 
     Revolusi perancis dan perkembangan industri telah menimbulkan kemiskinan dan penderitaan bagi rakyat perancis. kelahiran koperasi yang didasari oleh adanya penindasan dan kemiskinan yang terjadi pada masyarakat kalangan bawah (buruh) di dalam sistem kapitalisme yang berkembang pesat saat itu, harus berhadapan pula dengan kelemahan dari dalam koperasi itu sendiri. kurangnya modal, kesadaran dan pengetahuan yang rendah dari anggota dan pengurus menyebabkan koperasi sulit berkembang secara pesat. di sisi lain, ideologi sosialisme yang muncul sebagai reaksi dari kekurangan-kekurangan kapitalisme itu ternyata tidak mampu berbuat banyak untuk merubah keadaan saat itu. berkat dorongan pelopor-pelopor seperti charles forier, louis blanc, serta ferdinand lasalle, yang menyadari perlunya perbaikan nasib rakyat, para pengusaha kecil di perancis berhasil membangun koperasi – koperasi yang bergerak dibidang produksi.
Pada saat ini di perancis terdapat gabungan koperasi konsumsi nasional perancis (federation nationale dess cooperative de consommation), dengan jumlah koperasi yang tergabung sebanyak 476 buah. jumlah anggotanya mencapai 3.460.000 orang, dan toko yang dimiliki berjumlah 9.900 buah dengan perputaran modal sebesar 3.600 milyar franc/tahun.

 b). Perkembangn Koperasi di Inggris  
       Koperasi didirikan di kota Rochdale, Inggris pada tahun 1844. Koperasi ini di pandang sukses. Koperasi yang dipelopori oleh 28 anggota tersebut dapat bertahan dan sukses karena didasari oleh semangat kebersamaan dan kemauan untuk berusaha. Mereka duduk bersama  dan menyusun berbagai langkah yang akan dilakukan sebelum membentuk sebuah satuan usaha yang mampu mempersatukan visi dan cita-cita mereka. Mereka mulai menyusun pedoman kerja dan melaksanakan sesuai dengan ketentuan yang mereka susun bersama. Walaupun pada awalnya banyak mengalami hujatan, tetapi toko yang dikelola secara bersama-sama tersebut mampu berkembang secara bertahap. Rochdale Equitable Pioneer’s Cooperative Society, dengan prinsip-prinsip koperasinya :

a.       Keanggota yang bersifat terbuka.
b.      Pengawasan secara demokratis.
c.       Bunga yang terbatas atas modal anggota.
d.      Pengembalian sisa hasil usaha sesuai dengan jasanya pada koperasi.
e.       Barang-barang hanya dijual sesuai dengan harga pasar yang berlaku dan harus secara tunai.
f.       Tidak ada perbedaan berdasarkan ras, suku bangsa, agama dan aliran politik.
g.      Barang-barang yang dijual adalah barang-barang yang asli dan bukan yang rusak atau palsu.
h.      Pendidikan terhadap anggota secar berkesinambungan.

Meskipun masih sangat sederhana tetapi apa yang dilakukan koperasi Rochdale dengan prinsip-prinsipnya telah menjadi tonggak bagi gerakan koperasi di seluruh dunia. Prinsip-prinsip koperasi Rochdale tersebut kemudian dibakukan oleh I.C.A dan disampaikan dalam konggres I.C.A di Paris tahun 1937.

2. Perkembangan koperasi dibenua amerika serikat 
     Keadaan sosial ekonomi amerika serikat pada pertengahan abad ke-19 hampir sama dengan inggris. menurut catatan, jumlah koperasi yang tumbuh antara tahun 1863-1939, berjumlah 2600 buah. sekitar 57% dari koperasi-koperai ini mengalami kegagalan. menurut catatan, dalam periode 1909-1921, sekitar 52% dari seluruh pekumpulan koperasi pertanian yang ada telah bekerja secara efektif. dalam perkembangannya, ada banyak jenis koperasi yang berkembang di amerika serikat. di daerah pedesaan antara lain dikenal adanya koperasi asuransi bersama, koperasi llistrik dan telepon, koperasi pengawetan makanan, koperasi simpan-pinjam dan koperasi penyediaan benih. sedangkan koperasi-koperasi di perkotaan sering kali menyelenggarakan toko-toko eceran. koperasi kredit dan koperasi perumahan juga banyak ditemukan dikota-kota, di amerika serikat juga berkembang koperasi rumah sakit dan koperasi kesehatan.
koperasi pertama yang berdiri di amerika serikat adalah the philadelphia contributionship from lose by fire. semacam asuransi kebakaran. Berikutnya berdiri koperasi pengairan yang mengurus irigasi pertanian. Dan pada tahun 1880 berdiri koperasi-koperasi pertanian yang besar (history and performance of inkopkar 1995). sementara itu, di amerika serikat, selama bertahun-tahun juga telah berkembang perkumpulan simpan pinjam yang dikenal dengan nama credit union, berkat anjuran alphonso desjardin (1854- 1921). sampai tahun 1915, jumlah koperasi simpan pinjam atau credit union telah bertambah menjadi 11 unit dan tiga tahun kemudian meningkat menjadi 42 unit.dan sampai tahun 1934 telah bertambah menjadi sekitar 2.400 unit yang tersebar di 38 negara bagian. pada tahun tersebut, presiden roosevelt menandatangani federal credit union act. Dan pada tahun itu pula terbentuk federal credit union yang menamakan diri sebagai national credit union association, yang berkedudukan dimadison, wiscounsin. 
               
3. Perkembangan koperasi di asia 
                                                                                                 
  a). perkembangan koperasi di jepang                                                                                               
            koperasi pertama kali berdiri di negara ini pada tahun 1900 ( 33 tahun sesudah pembaharuan oleh kaisar meiji ), atau bersamaan waktunya dengan pelaksanaan undang-undang koperasi industri kerajinan. cikal bakal kelahiran koperasi di jepang mulai muncul ketika perekonomian uang mulai dikenal oleh masyarakat pedalaman.
gerakan koperasi pertanian mengalami kemajuan yang sangat pesat sejak tahun 1930-an, khususnya ketika penduduk jepanng menghadapi krisis ekonomi yang melanda dunia dalam periode 1933. di jepang ada dua bentuk koperasi pertanian yaitu : Pertama Koperasi pertanian umum yang bekerja atas dasar serba usaha, seperti menyelenggarakan usaha pemasaran hasil pertanian, menyediakan kredit untuk usaha peransuransian, pemberian bimbingan dan penyuluhan pertanian bagi usaha tani. Yang kedua disebut koperasi khusus, koperasi yang hanya menyelenggarakan satu jenis usaha seperti koperasi buah, koperasi daging ternak dan koperasi bunga-bungaan dan lain sebagainya. Tapi pada umumnya koperasi-koperasi pertanian di jepang menyelenggarakan bentuk koperasi yang pertama.

  b). Perkembangan Koperasi di Thailand          
Pembentukan departemen pada tahun 1915, mengawali kelahiran koperasi pertama di Thailand. Departemen promosi koperasi di Thailand memiliki visi untuk memprmosikan dan mengembangkan kelompok promosi & kelompok petani menuju ketahanan &  kemandirian. Departemen koperasi memberikan bimbingan baik dari sisi administrasi, kelembagaan, dan efisiensi dari kelompok petani tersebut.
                                                                                                         
B. Sejarah perkembangan koperasi di indonesia                             
            Sejak lama bangsa indonesia telah mengenal kekeluargaan dan kegotong-royongan yang dipraktekkan oleh nenek moyang bangsa indonesia. kebiasaan yang bersifat nonprofit ini, merupakan input untuk pasal 33 ayat 1 uud 1945 yang dijadikan dasar/pedoman pelaksanaan koperasi. Sifat-sifat hubungan sosial, nonprofit dan menunjukkan usaha atau kegiatan atas dasar kadar kesadaran berpribadi dan kekeluargaan, kegotong-royongan dan kerjasama disebut pra-koperasi. Pelaksanaan yang bersifat pra-koperasi terutama di pedesaan masih dijumpai, meskipun arus globlisasi terus merambat ke pedesaan. kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada pertengahan abad ke-18 telah mengubah wajah dunia. berbagai penemuan di bidang teknologi ( revolusi industri) melahirkan tata dunia ekonomi baru. tatanan dunia ekonomi menjadi terpusat pada keuntungan perseorangan, yaitu kaum pemilik modal ( kapitalisme ). kaum kapitalis atau pemilik modal memanfaatkan penemuan baru dengan sebaik-baiknya untuk memperkaya dirinya dan memperkuat kedudukan ekonominya. Hasrat serakah ini melahirkan persaingan bebas yang tidak terbatas. Sistem ekonomi kapitalis / liberal memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya kepada pemilik modal dan melahirkan kemiskinan bagi masyarakat ekonomi lemah. dalam kemiskinan ini, muncul kesadaran masyarakat untuk memperbaiki nasibnya sendiri dengan mendirikan koperasi.
Pada tahun 1844 lahirlah koperasi pertama di inggris yang terkenal dengan nama koperasi rochdale di bawah pimpinan charles howart. di jerman, frederich willhelm raiffeisen dan hermann schulze memelopori koperasi simpan pinjam. di perancis, muncul tokoh-tokoh koperasi seperti charles fourier, louis blance, dan ferdinand lassalle. demikian pula di denmark. denmark menjadi negara yang paling berhasil di dunia dalam mengembangkan ekonominya melalui koperasi. Di indonesia pun koperasi ini lahir sebagai usaha memperbaiki ekonomi masyarakat yang ditindas oleh penjajah pada masa itu. Sejarah perkembangan koperasi indonesia secara garis besar dapat dibagi dalam “ tiga masa ”, yaitu masa penjajahan, masa kemerdekaan, dan masa orde baru hingga sekarang. 

   1). Koperasi di indonesia pada masa penjajahan
       Di masa penjajahan belanda, gerakan koperasi pertama di indonesia lahir dari inisatif tokoh R.A.wiriaatmadja pada tahun 1986. wiriaatmadja, patih purwokerto ( banyumas ) ini berjasa menolong para pegawai, pedagang kecil dan petani dari hisapan lintah darat melalui koperasi. beliau dengan bantuan e. sieberg, asisten residen purwokerto, mendirikan hulp-enspaar bank. cita-cita wiriaatmadja ini juga mendapat dukungan dari wolf van westerrode, pengganti sieberg. mereka mendirikan koperasi kredit sistem raiffeisen. Gerakan koperasi semakin meluas bersamaan dengan munculnya pergerakan nasional menentang penjajahan. berdirinya budi Utomo, pada tahun 1908 mencoba memajukan koperasi rumah tangga ( koperasi konsumsi ). serikat islam pada tahun 1913 membantu memajukan koperasi dengan bantuan modal dan mendirikan toko koperasi. pada tahun 1927, usaha koperasi dilanjutkan oleh indonesische studie club yang kemudian menjadi persatuan bangsa indonesia (PBI) di surabaya. partai nasional indonesia (PNI) di dalam kongresnya di jakarta berusah menggelorakan semangat koperasi sehuingga kongres ini sering juga disebut “kongres koperasi”. Pergerakan koperasi selam penjajahan belanda tidak dapat berjalan lancar. pemerintah belanda selalu berusaha menghalanginya, baik secara langsug maupun tidak langsung. selain itu, kesadaran masyarakat atas koperasi sangat rendah akibat penderitaan yang dialaminya. untuk membatasi laju perkembangan koperasi, pemerintah belanda mengeluarkan peraturan koperasi 7 april no. 431 tahun 1915.

 berdasarkan peraturan ini rakyat tidak mungkin mendirikan koperasi karena :
1.      Mendirikan koperasi harus mendapat izin dari gubernur jenderal,
2.      Akta dibuat dengan perantaraan notaris dan dalam bahasa belanda,
3.      Ongkos materai sebesar 50 golden,
4.      Hak tanah harus menurut hukum eropa, dan
5.      Harus diumumkan di javasche courant yang biayanya juga tinggi.

peraturan ini mengakibatkan munculnya reaksi dari kaum pergerakan nasional dan para penganjur koperasi. Oleh karena itu, pada tahun 1920 pemerintah belanda membentuk “ panitia koperasi ” yang diketuai oleh j.h. boeke. panitia ini ditugasi untuk meneliti mengenai perlunya koperasi. setahun kemudian, panitia itu memberikan laporan bahwa koperasi perlu dikembangkan. pada tahun 1927 pemerintah mengeluarkan peraturan no. 91 yang lebih ringan dari peraturan 1915. isi peraturan no. 91 antara lain :
  1. Akta tidak perlu dengan perantaraan notaries, tetapi cukup didaftarkan pada penasehat urusan   kredit rakyat dan koperasi serta dapat ditulis dalam bahasa daerah,
  2. Ongkos materai 3 golden,
  3. Hak tanah dapat menurut hukum adatberlaku untuk orang indonesia asli, yang mempunyai hak badan hukum secara adat.
dengan keluarnya peraturan ini, gerakan koperasi mulai tumbuh kembali. pada tahun 1932, partai nasional indonesia mengadakan kongres koperasi di jakarta. pada tahun 1933, pemerintah belanda mengeluarkan lagi peraturan no. 108 sebagai pengganti peraturan yang dikeluarkan pada tahun 1915. peraturan ini merupakan salinan dari peraturan koperasi belanda tahun 1925, sehingga tidak cocok dan sukar dilaksanakan oleh rakyat. pada masa penjajahan jepang, koperasi mengalami nasib yang lebih buruk. karena kantor pusat dan kantor derah di ganti oleh pemerintah jepang. Seperti kumiai yaitu koperasi model jepang, mula-mula bertugas untuk mendistribusikan barang-barang kebutuhan rakyat. hal ini hanya alat dari jepang untuk mengumpulkan hasil bumi dan barang-barang kebutuhan untuk jepang. walau hanya berlangsung selama 3,5 tahun tetapi rakyat indonesia mengalami penderitaan yang jauh lebih dahsyat. jadi, dalam masa penjajahan jepang koperasi indonesia dapat dikatakan mati.

  2). Koperasi di indonesia pada masa kemerdekaan 
Setelah bangsa indonesia merdeka, pemerintah dan seluruh rakyat segera menata kembali kehidupan ekonomi. sesuai dengan tuntutan UUD 1945 pasal 33, perekonomian indonesia harus didasarkan pada asas kekeluargaan. dengan demikian, kehadiran dan peranan koperasi di dalam perekonomian nasional indonesia telah mempunyai dasar konstitusi yang kuat. pada tahun 1947 Pemerintah berhasil melangsungkan kongres koperasi i di tasikmalaya, jawa barat. kongres koperasi  menghasilkan beberapa keputusan penting, antara lain :
1.      Mendirikan sentral organisasi koperasi rakyat indonesia ( sokri ),
2.      Menetapkan gotong royong sebagai asas koperasi,
3.      Menetapkan pada tanggal 12 juli sebagai hari koperasi.

akibat tekanan dari berbagai pihak misalnya agresi belanda, keputusan kongres koperasi i belum dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. namun, pada tanggal 12 juli 1953, diadakanlah kongres koperasi ii di bandung, yang antara lain mengambil putusan sebagai berikut :
1.      Membentuk dewan koperasi indonesia ( dekopin ) sebagai pengganti sokri,
2.      Menetapkan pendidikan koperasi sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah,
3.      Mengangkat moh. hatta sebagai bapak koperasi indonesia,
4.      Segera akan dibuat undang-undang koperasi yang baru.

hambatan-hambatan bagi pertumbuhan koperasi antara lain disebabkan oleh hal-hal berikut :
1.      Kesadaran masyarakat terhadap koperasi yang masih sangat rendah,
2.      Pengalaman masa lampau mengakibtakan masyarakat tetap merasa curiga terhadap koperasi,
3.      Pengetahuan masyarakat mengenai koperasi masih sangat rendah.

untuk melaksanakan program perkoperasian pemerintah mengadakan kebijakan antara lain :
1.      Menggiatkan pembangunan organisasi perekonomian rakyat terutama koperasi,
2.      Memperluas pendidikan dan penerangan koperasi,
3.      Memberikan kredit kepada kaum produsen, baik di lapangan industri maupun pertanian yang bermodal kecil
organisasi perekonomian rakyat terutama koperasi sangat perlu diperbaiki. para pengusaha dan petani ekononmi lemah sering kali menjadi hisapan kaum tengkulak dan lintah darat. cara membantu mereka adalah mendirikan koperasi di kalangan  mereka. dengan demikian pemerintah dapat menyalurkan bantuan berupa kredit melalui koperasi tersebut. untuk menanamkan pengertian dan fungsi koperasi di kalangan masyarakat diadakan penerangan dan pendidikan kader-kader koperasi.

 3). Koperasi di indonesia pada zaman orde baru hingga sekarang
    Tampilan orde baru dalam memimpin negeri ini membuka peluang dan cakrawala baru bagi pertumbuhan dan perkembangan perkoperasian di indonesia, dibawah kepemimpinan jenderal soeharto. ketetapan mprs no.xxiii membebaskan gerakan koperasi dalam berkiprah.
berikut beberapa kejadian perkembangan koperasi di indonesia pada zaman orde baru hingga sekarang :

  1. Pada tanggal 18 desember 1967, presiden soeharto mensahkan undang-undang koperasi no.12 tahun 1967 sebagai pengganti undang-undang no.14 tahun 1965.
  2. Pada tahun 1969, disahkan badan hukum terhadap badan kesatuan gerakan koperasi indonesia (gerkopin).
  3. Lalu pada tanggal 9 februari 1970, dibubarkannya gerkopin dan sebagai penggantinya dibentuk dewan koperasi indonesia (dekopin).
  4. Dan pada tanggal 21 oktober 1992, disahkan undang-undang no.25 tahun 1992 tentang perkoperasian, undang-undang ini merupakan landasan yang kokoh bagi koperasi indonesia di masa yang akan datang.
  5. Masuk tahun 2000an hingga sekarang perkembangan koperasi di indonesia cenderung jalan di tempat.






                                          
http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi




Selasa, 10 Juni 2014

Pertumbuhan Ekonomi



Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi. pertumbuhan ekonomi juga dapat diartikan sebagai proses kenaikan output per kapita dalam jangka panjang. Dalam pengertian itu terdapat tiga aspek yang perlu digarisbawahi, yaitu proses, output per kapita, dan jangka panjang. Pertumbuhan sebagai proses, berarti bahwa pertumbuhan ekonomi bukan gambaran perekonomian pada suatu saat.
Pertumbuhan ekonomi berkaitan dengan output per kapita, berarti harus memperhatikan dua hal, yaitu output total (GDP) dan jumlah penduduk, karena output per kapita adalah output total dibagi dengan jumlah penduduk. Aspek jangka panjang, mengandung arti bahwa kenaikan output per kapita harus dilihat dalam kurun waktu yang cukup lama ( 10, 20, atau 50 tahun, bahkan bisa lebih lama lagi). Kenaikan output per kapita dalam satu atau dua tahun kemudian diikuti penurunan bukan pertumbuhan ekonomi.
Laju pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat diukur dengan menggunakan laju pertumbuhan PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK).Berikut ini adalah rumus untuk menghitung tingkat pertumbuhan ekonomi (Sukirno, 2007):
                                                          


G = Laju pertumbuhan ekonomi
PDRB1 = PDRB ADHK pada suatu tahun
PDRB0 = PDRB ADHK pada tahun sebelumnya
                                             
PDRB juga dapat digunakan dalam melihat struktur ekonomi dari suatu wilayah. Struktur ekonomi digunakan untuk menunjukkan peran sektor-sektor ekonomi dalam suatu perekonomian. Sektor yang dominan mempunyai kedudukan paling atas dalam struktur tersebut dan akan menjadi ciri khas dari suatu perekonomian. Struktur ekonomi merupakan rasio antara PDRB suatu sektor ekonomi pada suatu tahun dengan total PDRB tahun yang sama. Strukturekonomi dinyatakan dalam persentase. Penghitungan struktur ekonomi adalah sebagai berikut:
 
                  

 
                                         
dimana:

PDRB sektor it = nilai PDRB sektor i pada tahun t
Total PDRBt = nilai total PDRB pada tahun t
                             
Sumber Kenaikan Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi umumnya didefinisikan sebagai kenaikan GDP riil per kapita. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product, GDP) adalah nilai pasar keluaran total sebuah negara, yang merupakan nilai pasar semua barang jadi dan jasa akhir yang diproduksi selama periode waktu tertentu oleh faktor-faktor produksi yang berlokasi di dalam sebuah negara.
                                                        
Kenaikan GDP dapat muncul melalui: 

  1. Kenaikan penawaran tenaga kerja  
  2. Kenaikan modal fisik atau sumber daya manusia
  3. Kenaikan produktivitas   
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:      
  1. Faktor Sumber Daya Manusia
  2. Faktor Sumber Daya Alam
  3. Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
  4. Faktor Budaya
  5. Sumberdaya Modal