Minggu, 18 Oktober 2015

Penalaran Ilmiah, Berpikir Deduktif dan Induktif


1. Pengertian Penalaran
       Menurut Minto Rahayu, (2007 : 35), “Penalaran adalah proses berpikir yang sistematis untuk memperoleh kesimpulan atau pengetahuan yang bersifat ilmiah dan tidak ilmiah, dengan berusaha menghubung – hubungkan fakta. Karena dengan mengamati fakta, kita dapat menghitung, mengukur, menaksir, memberikan ciri-ciri, mengklasifikasikan, dan menghubung-hubungkan. Jadi, dasar berpikir adalah klasifikasi. Dan bernalar juga akan membantu manusia berpikir lurus, efisien, tepat, dan teratur untuk mendapatkan kebenaran dan menghindari kekeliruan.

Sedangkan Widjono, (2007 : 209), mengungkapkan penalaran dalam beberapa definisi, yaitu:
  • Proses berpikir logis, sistematis, terorganisasi dalam urutan yang saling berhubungan sampai dengan simpulan
  •  Menghubung-hubungkan fakta atau data sampai dengan suatu simpulan.
  • Proses menganalisis suatu topik sehingga menghasilkan suatu simpulan atau pengertian baru. 
  • Dalam karangan terdiri dari dua variabel atau lebih, penalaran dapat diartikan mengkaji, membahas, atau menganalisis dengan menghubungkan variabel yang dikaji sampai menghasilkan suatu derajat hubungan dan simpulan.
  •  Pembahasan suatu masalah sampai menghasilkan suatu simpulan yang berupa pengetahuan atau pengertian baru.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa penalaran adalah proses pemikiran yang logis untuk memperoleh kesimpulan berdasarkan fakta yang relevan (sebenarnya). Atau dengan kata lain, penalaran adalah proses penafsiran fakta sebagai dasar untuk menghasilkan dan menarik kesimpulan.

Pengertian Proporsi
     Proporsi adalah istilah yang digunakan untuk kalimat pernyataan yang memiliki arti penuh atau utuh. Yaitu pernyataan mengenai hal-hal yang benar dan salah. Proposisi mempunyai beberapa jenis, antara lain:
  • Proposisi empirik yaitu proposisi berdasarkan fakta. 
  • Proposisi mutlak yaitu pembenaran yang tidak memerlukan pengujian untuk menyatakan benar atau salahnya.  
  • Proposisi hipotetik  yaitu persyaratan huungan subjek dan predikat yang harus dipenuhi. 
  • Proposisi kategoris yaitu tidak adanya persyaratan hubungan subjek dan predikat.  
  • Proposisi positif universal yiatu pernyataan positif yang mempunyai kebenaran mutlak.  
  • Proposisi positif parsial yaitu pernyataan bahwa sebagian unsur pernyataan tersebut bersifat positif.  
  • Proposisi negatif universal, kebalikan dari proposisi positif universal.  
  • Proposisi negatif parsial, kebalikan dari proposisi negatif parsial.
 Definisi Inferensi
        Inferensi adalah tindakan yang berasal dari proses kesimpulan logis dari premis – premis yang diketahui atau sudah dianggap benar.

Definisi Implikasi
        Yaitu suatu akibat langsung atau konsekuensi atas temuan hasil suatu penelitian.

Wujud Evidensi
         Adalah semua fakta yang ada, yang dihubung – hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu. Karena Evidensi adalah hasil pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami suatu fenomena.

Cara Menguji Data
         Untuk menguji data, kita memerlukan data dan informasi dan, data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus berupa fakta. Maka dari itu ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian data :
  • Observasi
  • Kesaksian
  • Autoritas

Jenis – Jenis Metode Penalaran

Dibedakan menjadi 2 yaitu :
  • Metode Deduktif, dan 
  • Metode Induktif 

2. Metode Deduktif

       Deduksi berasal dari bahasa Inggris deduction yang berarti penarikan kesimpulan dari keadaan-keadaan yang umum, menemukan yang khusus dari yang umum. Deduksi adalah cara berpikir yang di tangkap atau di ambil dari pernyataan yang bersifat umum lalu ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus. Jadi deduksi adalah proses berfikir yang bertolak dari sesuatu yang umum (prinsip, hukum, toeri, keyakinan) menuju hal khusus. Berdasarkan sesuatu yang umum itu ditariklah kesimpulan tentang hal-hal yang khusus yang merupakan bagian dari kasus atau peristiwa itu.

Macam – macam Penalaran Deduktif
        a. Silogisme kategorial
   adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term). 
Contoh:                  
- Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor)
- Akasia adalah tumbuhan (premis minor).
- Akasia membutuhkan air (Konklusi)

        b. Silogisme Hipotesis
      Silogisme hipotesis atau silogisme pengandaian adalah semacam pola penalaran deduktif yang mengandung hipotese. Silogisme hipotetis bertolak dari suatu pendirian, bahwa ada kemungkinan apa yang disebut dalam proposisi itu tidak ada atau tidak terjadi. Premis mayornya mengandung pernyataan yang bersifat hipotesis. Oleh karena sebab itu rumus proposisi mayor dari silogisme ini adalah:
Jika P, maka Q           
Contoh :
Premis mayor : Jika tidak turun hujan, maka panen akan gagal.
Premis minor  : Hujan tidak turun.
Konklusi         : Sebab itu panen akan gagal.

        c. Silogisme Alternatif
Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain. 
Contoh:
            -  Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
-  Nenek Sumi berada di Bandung.
-  Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.

3. Metode Induktif
          Metode berpikir induktif dimana cara berpikir dilakukan dengan cara menarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual. Untuk itu, penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang yang kusus dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum.
                    
Macam – Macam Penalaran Induktif

  • Generalisasi : Proses penalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum.
a. Generalisasi Sempurna / Tanpa loncatan induktif
    Fakta yang diberikan cukup banyak dan meyakinkan.
    Contoh :  
       - Sensus Penduduk.
       - Jika dipanaskan, besi memuai.
       - Jika dipanaskan, baja memuai.
       - Jika dipanaskan, tembaga memuai.
         Jadi, jika dipanaskan semua logam akan memuai.
b. Generalisasi Tidak Sempurna / Dengan loncatan induktif
    Fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada.
    Contoh :      
   Setelah kita menyelidiki sebagian bangsa Indonesia bahwa mereka adalah manusia yang  suka bergotong-royong, kemudian kita simpulkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang suka bergotong-royong.

  • Hipotesis dan Teori
          Hipotesis adalah proposisi yg masih perlu diuji, sedangkan          
          Teori adalah proposisi yg telah teruji.
Contoh :         
- Semua kucing yang bermata biru adalah tuli (Darwin dalam ilmu biologi)
- Tidak ada hewan yang bertanduk dan berkuku telapak adalah pemakan daging
- Anak kecil yang pernah terluka jari-jarinya karena bermain-main denganpisau akan berhati-hati bila di saat lain dia menggunakan pisau
- Ilmu ilmu kealaman semuanya disusun berdasarkan generalisasi tidak sempurna, demikian pula ilmu sosial
  • Analogi              
          Merupakan penarikan kesimpulan berdasarkan kesamaan data atau fakta. Pada analogi      biasanya membandingkan 2 hal yang memiliki karakteristik berbeda namun dicari persamaan yang ada di tiap bagiannya.  
Tujuan dari analogi :
    - Meramalkan kesamaan.
    - Mengelompokkan klasifikasi.
    - Menyingkapkan kekeliruan.
Contoh :              
Ronaldo adalah pesepak bola.
Ronaldo berbakat bermain bola.
Ronaldo adalah pemain real madrid. 
  •       Kausal 
                Merupakan proses penarikan kesimpulan dengan prinsip sebab – akibat.     
         Terdiri dari 3 pola, yaitu :
a. Sebab ke akibat = Dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat ke kesimpulan sebagai efek.
    Contoh : Karena terjatuh di tangga, Kibum harus beristirahat selama 6 bulan.
b. Akibat ke sebab = Dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat ke kejadian yang dianggap   penyebabnya.
    Contoh : Jari kelingking Leeteuk patah karena memukul papan itu.
c. Akibat ke akibat = Dari satu akibat ke akibat lainnya tanpa menyebutkan penyebabnya.

  • Induksi dalam Metode Eksposisi
               Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat. Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Sebagai catatan, tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi uraian tentang langkah/cara/proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.

Langkah menyusun eksposisi:                       
- Menentukan topik/tema
- Menetapkan tujuan
- Mengumpulkan data dari berbagai sumber
- Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
- Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi