Senin, 07 April 2014

Sistem Perekonomian Sosialis



Sistem ekonomi sosialis merupakan bentuk resistensi dari sistem ekonomi kapitalis yang dituding sebagai penyebab tidak tercapainya kesejahteraan yang merata. Ia adalah kebalikan dari sistem ekonomi kapitalis yang sepenuhnya menyerahkan siklus ekonomi pada mekanisme pasar yang berkembang. Sedangkan dalam sistem ekonomi sosialis, Pemerintah mempunyai andil besar dalam mengatur roda perekonomian di sebuah negara. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pengawasan terhadap rantai perekonomian masyarakat.
Penganut kedua sistem ini sama-sama mengklaim bahwa salah satu sistem lebih baik dari yang lain, membuat rivalitas antar sistem ini menjalar ke berbagai aspek kehidupan lainnya, mulai dari politik, sosial, budaya sampai pada gilirannya berubah menjadi sebuah ideologi yang menjadi pedoman dan spirit dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pandangan sosialis mulai nampak pada abad ke sembilan belas, mereka telah mati-matian memerangi pandangan-pandangan ekonomi kapitalis. Munculnya sosialisme adalah akibat kedzaliman yang diderita masyarakat karena sistem ekonomi kapitalis serta beberapa kekeliruan yang terjadi di dalamnya.

Ciri-ciri sistem ekonomi Sosialis
·         Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).
a.    Masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial, sedang individu-individu fiksi belaka.
b.    Tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis.
c. Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan.
d.      Alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara.
e. Pola produksi (aset dikuasai masyarakat) melahirkan kesadaran kolektivisme (masyarakat sosialis).
f.  Pola produksi (aset dikuasai individu) melahirkan kesadaran individualisme (masyarakat kapitalis).
·         Peran pemerintah sangat kuat
·         Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi
Sistem ekonomi sosialis mengikuti tiga prinsip yang berbeda dengan sistem ekonomi sebelumnya yaitu :
1.      Mewujudkan kesamaan secara riil.
2.      Menghapus kepemilikan individu sama sekali atau sebagian saja.
3.      Mengatur produksi dan distribusi secara kolektif.
beberapa prinsip dasar ekonomi sosialis. Diantaranya adalah otoritas suatu negara untuk menguasai semua aset masyarakat. Di sini regulasi seputar ekonomi serta kepemilikan harta dilakukan oleh pemerintah. Prinsip lain adalah keseteraan ekonomi. Maksudnya, masyarakat tidak bekerja untuk pribadi, mereka hanyalah pegawai pemerintah yang gajinya berasal dari keringat mereka sendiri. Prinsip lainnya adalah tentang disiplin politik. Di negara yang menganut sistem ekonomi sosialis, parlemen sebagai lembaga yang berhak membuat konstitusi dan regulasi dikuasai oleh kaum proletarian atau kaum buruh. Mereka ditempatkan oleh partai-partai guna membuat regulasi yang cenderung berpihak pada kaum buruh sebagai representasi kaum sosialis.

Kelebihan dan Kelemahan Sistem Sosialis
Kelebihan sistem ekonomi sosialis :
1.      disediakannya kebutuhan pokok bagi masyarakat,
2.      didasarkan perencanaan negara, dan
3.      semua hasil produksi akan dikelola oleh negara.
kekurangan sistem ekonomi sosialis antara lain;
1.      Kebebasan ekonomi yang terbatas,
2.      Hak dan kemampuan individu kurang dihargai,
3.      Menurunnya semangat dan gairah untuk berkreasi dan berinovasi,             
4.  Pemerintah cenderung bersikap otoriter, dan terabaikannya pendidikan moral masyarakat.          

http://www.fimadani.com/sistem-ekonomi-sosialis/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar