Laju
pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu
setiap tahunnya. Kegunaannya adalah memprediksi jumlah penduduk suatu wilayah
dimasa yang akan datang.
Contoh
Perhitungan Pertumbuhan Penduduk Eksponsial dan Geometrik :
1. Laju pertumbuhan penduduk eksponensial menggunakan
asumsi bahwa pertumbuhan penduduk berlangsung terus-menerus akibat adanya
kelahiran dan kematian di setiap waktu.
Rumus laju pertumbuhan penduduk eksponensial adalah sebagai berikut.
Rumus laju pertumbuhan penduduk eksponensial adalah sebagai berikut.
atau
Keterangan:
Pt = Jumlah penduduk pada tahun t
Po = Jumlah penduduk pada tahun dasar
t = jangka waktu
r = laju pertumbuhan penduduk
e = bilangan eksponensial yang
besarnya 2,718281828
Jika nilai r
> 0, artinya terjadi pertumbuhan penduduk yang positif atau terjadi
penambahan jumlah penduduk dari tahun sebelumnya. Jika r < 0, artinya
pertumbuhan penduduk negatif atau terjadi pengurangan jumlah penduduk dari
tahun sebelumnya. Jika r = 0, artinya tidak terjadi perubahan jumlah
penduduk dari tahun sebelumnya.
Contoh :
Pada tahun
2000, jumlah penduduk Kabupaten A adalah 206.730 jiwa. Kemudian pada tahun
2010, jumlah penduduk Kabupaten A menjadi 278.741 jiwa. Berapakah laju
pertumbuhan penduduk eksponensial Kabupaten A per tahun?
Jawab:
Diketahui:
Po = 206.730
Pt = 278.741
t = 2010 – 2000 = 10
Sehingga
dengan menggunakan rumus laju pertumbuhan penduduk eksponensial di atas bisa
diketahui laju pertumbuhan penduduk per tahunnya adalah sebagai berikut.
Sehingga
laju pertumbuhan penduduk eksponensial Kabupaten A per tahunnya adalah 0,0299
atau 2,99 persen.
2. Laju pertumbuhan penduduk geometrik menggunakan asumsi
bahwa laju pertumbuhan penduduk sama setiap tahunnya.
Rumus laju pertumbuhan penduduk geometrik adalah
sebagai berikut.
atau
Keterangan:
Pt = jumlah penduduk pada tahun t
Po = jumlah penduduk pada tahun dasar
t = jangka waktu
r = laju pertumbuhan penduduk
Jika nilai r
> 0, artinya pertumbuhan penduduk positif atau terjadi penambahan jumlah
penduduk dari tahun sebelumnya. Jika r < 0, artinya pertumbuhan
penduduk negatif atau terjadi pengurangan jumlah penduduk dari tahun
sebelumnya. Jika r = 0, artinya tidak terjadi perubahan jumlah penduduk
dari tahun sebelumnya.
Contoh :
Pada tahun
2000, jumlah penduduk Kabupaten A adalah 206.730 jiwa. Kemudian pada tahun
2010, jumlah penduduk Kabupaten A menjadi 278.741 jiwa. Berapakah laju
pertumbuhan penduduk geometrik Kabupaten A per tahun?
Jawab:
Diketahui:
Po = 206.730
Pt = 278.741
t = 2010 – 2000 = 10
Sehingga
dengan menggunakan rumus laju pertumbuhan penduduk geometrik di atas, bisa
diketahui laju pertumbuhan penduduk per tahunnya sebagai berikut.
Sehingga
laju pertumbuhan penduduk geometrik Kabupaten A per tahunnya adalah 0,0303
atau 3,03 persen.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk :
A. Kelahiran (fertilitas)
- Pengukuran Fertilitas Tahunan adalah pengukuran kelahiran bayi pada tahun tertentu dihubungkan dengan jumlah penduduk yang mempunyai resiko untuk melahirkan pada tahun tersebut. Adapun ukuran – ukuran fertilitas tahunan adalah :
a) Tingkat Fertilitas Kasar (Crude Birth Rate
)
Adalah banyaknya kelahiran hidup pada satu
tahun tertentu tiap 1000 penduduk.
b) Tingkat Fertilitas Umum (General Fertility
Rate )
Adalah jumlah kelahiran hidup per.1000
wanita usia reproduksi (usia 14 14-49 atau 15 15-44 th th) ) pada tahun
tertentu.
c) Tingkat Fertilitas Menurut Umur (Age
Specific Fertility Rate )
Adalah perhitungan tingkat fertilitas
perempuan pada tiap kelompok umur dan tahun tertentu.
d) Tingkat Fertilitas Menurut Urutan Kelahiran
(Birth Order Specific Fertility Rates Rates)
Adalah perhitungan fertilitas menurut urutan kelahiran bayi bayioleh oleh wanita pada umur dan tahun tertentu.
Adalah perhitungan fertilitas menurut urutan kelahiran bayi bayioleh oleh wanita pada umur dan tahun tertentu.
- Pengukuran Fertilitas Kumulatif Adalah pengukuran jumlah rata rata-rata anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan hingga mengakhiri batas usia suburnya. Adapun ukuran – ukuran fertilitas kumulatif adalah :
a. Tingkat Fertilitas Total (TFR) adalah
jumlah kelahiran hidup laki laki-laki & wanita tiap 1000 penduduk yang
hidup hingga akhir masa reproduksinya dg dg catatan :
- tidak ada seorang perempuan yg meninggal sebelum mengakhiri masa reproduksinya.
- tingkat fertilitas menurut umur tdk berubah pd periode waktu tertentu.
b. Gross Reproduction Rates (GRR) adalah
jumlah kelahiran bayi perempuan oleh 1000
perempuan sepanjang masa reproduksinya dengan catatan tdk ada seorang perempuan
yg meninggal sebelum mengakhiri masa reproduksinya.
c. Net Reproduction Rates (NRR) adalah jumlah
kelahiran bayi (pr) oleh sebuah kohor hipotesis dari 1000 (pr) dengan memperhitungkan
kemungkinan meninggalkan para (pr) itu sebelum mengakhiri mengakhiri masa
reproduksinya.
Faktor Faktor-faktor yang mempengaruhi
tinggi rendahnya fertilitas penduduk :
1. Faktor Demografi, antara lain :
·
Struktur umur
·
Struktur perkawinan
·
Umur kawin pertama
·
Paritas
·
Disrupsi perkawinan
·
Proporsi yang kawin
2. Faktor Non Demografi, antara lain :
·
Keadaan ekonomi penduduk
·
Tingkat pendidikan
·
Perbaikan status perempuan
·
Urbanisasi dan industrialisasi
B. Kematian (mortalitas)
Berikut sedikit penjelasan mengenai pengukuran mortalitas :
- Crude Death Rate (CDR) Adalah banyaknya kematian pada tahun tertentu, tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun.
- Age Specific Death Rate (ASDR) Adalah jumlah kematian penduduk pd tahun tertentu berdasarkan klasifikasi umur tertentu.
- Infant Mortality Rate (IMR) Adalah tingkat kematian bayi.
Karakter kelompok penduduk yang mempengaruhi Crude Death Rate (CDR) :
- Antara penduduk daerah pedesaan dan daerah perkotaan
- Penduduk dengan lapangan pekerjaan yang berbeda
- Penduduk dengan perbedaan pendapatan
- Perbedaan jenis kelamin
- Penduduk dengan perbedaan status kawin
C. Perpindahan (migrasi)
Faktor terakhir yang mempengaruhi kecepatan pertumbuhan penduduk suatu
daerah adalah Perpindahan (Migrasi) atau Mobilitas Penduduk yang artinya proses
gerak penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dalam jangka waktu
tertentu.
Faktor – faktor yang mempengaruhi migrasi :
- Faktor individu
- Faktor yang terdapat di daerah asal
- Faktor yang terdapat di daerah tujuan
- Rintangan antara daerah asal dan daerah tujuan
Daya tarik dan daya dorong di daerah asal yang mempengaruhi perpindahan
penduduk :
- Kekuatan Sentripetal Adalah kekuatan yang mengikat orang untuk tinggal di daerah asal, misalnya :
·
Terikat tanah warisan
·
Menunggu orang tua yang sudah lanjut
·
Kegotong royongan yang baik
·
Daerah asal merupakan tempat kelahiran nenek moyang mereka
- Kekuatan Sentrifugal Adalah kekuatan yang mendorong seseorang untuk meninggalkan daerah asal, misalnya :
·
Terbatasnya pasaran kerja
·
Terbatasnya fasilitas pendidikan.
faktor lain yang mempengaruhi cepatnya pertumbuhan penduduk di indonesia
adalah keyakinan masyarakat yaitu bahwa banyak anak , banyak rezeki.
“Anak itu rejeki,
itu betul. Tapi di satu sisi lain, anak itu juga amanah, tanggung jawab. Jadi
kalau kita tidak bisa mendidik dengan baik, itu suatu kesalahan besar bagi
orang tua,” Jadi jumlah yang lahir jauh lebih banyak dari yang
meninggal. Akibatnya, angka pertumbuhan penduduk meningkat dengan cepat.
Peledakan penduduk ini dapat mengacaukan pembangunan ekonomi dan mengganggu
kesejahteraan keluarga. Pendapatan masih rendah, sementara banyak anak yang
harus diurus. Kualitas anak tidak terjamin sehingga sulit keluar dari perangkap
kemiskinan.
faktor lain berikutnya adalah :
Karena gagalnya pemerintah dalam menkampanyekan KB (keluarga berencana)
Kendala program KB adalah otonomi daerah yang mengakibatkan
keterputusan koordinasi dan implementasi program secara luas. Tidak semua
daerah mempunyai struktur yang khusus mengurusi KB. Di tengah perubahan itu fungsi
petugas penyuluh lapangan KB (PLKB) juga tergerus karena kurang dukungan.
Padahal PLKB penting untuk mengedukasi dan memberikan konseling sehingga
masyarakat dapat merencanakan keluarga dengan baik dan rasional.
masalah sosial akibat kepadatan penduduk :
- terjadinya kerawanan sosial.
- lunturnya nilai-nilai sosial.
- kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.
- timbulnya masalah-masalah yang berhubungan dengan pendidikan, kesehatan, dan keamanan.
masalah lingkungan fisik akibat kepadatan
penduduk :
- kerusakan hutan.
- terjadinya pencemaran lingkungan.
- kekeringan pada musim kemarau.
- semakin sempitnya lahan pertanian,
- timbulnya banjir pada musim penghujan.
http://nevindaelwa.blogspot.com/2011/10/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar